Kami adalah melati Indonesia yang semerbak aromanya dapat mengharumkam bangsa dan negara tercinta. Selamat Datang di Website Dharma Wanita Persatuan KBRI Berlin.

Dalam rangka mempromosikan obyek wisata dan ragam kekayaan budaya Indonesia termasuk aspek kulinernya, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Berlin telah mengadakan acara Festival Kuliner Indonesia pada tanggal  9-16  Maret 2012 di The Westin Grand Hotel Berlin. Acara Festival Kuliner Indonesia ini terselenggara dalam kaitan perayaan persahabatan 60 tahun hubungan antara Indonesia dan Jerman yang jatuh pada tahun ini. Festival kuliner Indonesia tersebut terbagi dalam beberapa event yaitu resepsi yang menandai kick-off Festival Kuliner, peluncuran buku kuliner berjudul From the Ambassador’s Kitchen, cooking workshop, dan sajian hidangan paket masakan dari Sumatra Barat di Restaurant  Relish & Bar selama satu minggu setiap hari, dengan menu antara lain:  rendang, gulai kapau nangka, cumi bakar, sate padang  dan aneka kudapan khas Sumatera Barat,  yang diolah secara khusus  oleh ibu-ibu dari Padang  di bawah pengawasan Bapak William Wongso.

Salah satu event yang tak kalah  penting dalam acara Festival Kuliner,  yang dalam hal ini  melibatkan  peran aktif  Dharma Wanita Persatuan  KBRI Berlin adalah,   ‘Cooking Workshop’ yang  diselenggarakan  pada hari Selasa 13 Maret 2012. Cooking workshop dibagi dalam dua sesi . Sesi pertama   berlangsung pada pukul 10.00–12.30, sedangkan sesi yang kedua berlangsung pukul 15.00–17.30, pada hari  yang sama. Di sesi yang pertama,   ibu Atiek Pratomo yang juga   anggota Cooking Group Willkomen in  Berlin ( organisasi  istri korps  diplomatik  dan  prominent Jerman),  mengundang  30 anggota Cooking Group untuk  berperan serta di dalam  acara tersebut. Dalam sesi kedua, pesertanya sebagian dari kalangan media, pengusaha, juru masak hotel, travel biro, dan anggota WilIkomen in Berlin yang belum meperoleh kesempatan pada sesi pertama.

Acara demo masak didahului dengan presentasi mengenai Indonesian Rice oleh Mr. Stefan Fax, mewakili LOATA, distributor beras organik Indonesia, yang sudah berhasil memasarkan produk beras Indonesia di sejumlah department store terkemuka di Berlin, antara lain KaDeWe. Bahan baku  produk  beras    diperoleh dari para petani di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Workshop memasak dipandu secara langsung oleh  master chef William Wongso, yang  sangat terkenal sebagai duta rendang di dunia kuliner internasional dan memilik reputasi yang sangat baik sehingga oleh Pemerintah RI dipercaya sebagai chef untuk menyiapkan menu masakan Indonesia bagi Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton, pada saat berkunjung ke Indonesia beberapa waktu lalu. William Wongso  sangat interaktif dan tidak segan-segan membagikan ilmu dan trik cara memasak yang berkualitas telah membangkitkan antusiasme para peserta.  Peserta sangat antusias mengikuti step by step cara memasak sambal goreng rendang, opor ayam, pindang srani salmon, asinan Jakarta, nasi kuning dan kue lumpur labu kuning. Beliau juga mengajak para peserta untuk   menyiapkan sambal goreng rendang sejak dari bahan baku berupa daging dan santan hingga menjadi menjadi sambal goreng rendang  yang sangat lezat dan gurih.

Dalam workshop, kepada peserta juga diberitahukan bahwa bumbu  dasar masakan yang disajikan di acara tersebut, bisa diperoleh di toko khusus produk makanan dan bumbu khas Indonesia  di Berlin,  yaitu Toko Indomarkt .

Tak  terasa,  waktu yang ditunggu-tunggu para  peserta   untuk mencicipi masakan pun tiba. Masakan  yang  di sajikan adalah  menu yang didemonstrasikan. Kelezatan sajian kuliner khas Indonesia tersebut terbukti dari tidak tersisanya masakan yang disajikan. “That’s really a god job,” ujar salah satu peserta dari anggota Willkommen in Berlin.

Pada akhir workshop, Koordinator Cooking Group memberikan cindera mata sebagai  ungkapan  rasa terima kasih kepada William Wongso. Melihat  acara  Cooking  Workshop  berjalan  dengan sangat  interaktif serta antusiasme  peserta  yang demikian tinggi terhadap  kulinari  Nusantara termasuk cara mengolahnya, timbul rasa bangga  dan  kesan  mendalam   bagi  penulis. (Ida  Pradopo )