Kami adalah melati Indonesia yang semerbak aromanya dapat mengharumkam bangsa dan negara tercinta. Selamat Datang di Website Dharma Wanita Persatuan KBRI Berlin.

Sistem pendidikan dasar di Jerman yang terbagi atas Gymnasium, Realschule  dan Hauptschule dikritik sebagai ‘tidak adil’ untuk sebagian anak, terutama yang masuk Hauptschule karena merasa mendapat batasan dalam kesempatan masuk di dunia pendidikan dan dunia kerja.

Rock You Life (RYL) Sebuah initiasiatif anak-anak muda Jerman yang diprakarsai oleh Christina Veldhoen, bertujuan untuk membantu anak-anak sekolah dari  keluarga yang ‘kurang beruntung’ di Jerman, misalnya yang berasal dari orangtua tunggal, keluarga imigran atau  murid-murid dengan nilai akademis kurang bagus, khususnya murid-murid Hauptschule untuk mengembangkan diri dan memperluas wawasa sehingga  bisa mendapat kesempatan pendidikan dan kerja yang lebih luas. Christina Veldhoen adalah mahasiswi  kelahiran tahun 1982 , kuliah Master  Komunikasi dan Manajemen Budaya di privat universitas Zeppelin di kota Friedrichshafen. Tahun 2009 bersama teman kuliahnya Elisabeth Hahnke dan Stefan Schabernak, dia membentuk sebuah inisiatif bernama  “Rock your Life!”, dengan ide untuk membantu murid-murid Hauptschule untuk  me -“rocken” hidupnya.

Dalam pertemuan rutin bulanan klub istri-istri diplomat Wilkommen in Berlin tanggal 16 April 2012 yang kali ini diselenggarakan di Touro College, sebuah privat universitas di Berlin, Christina Veldhoen dan dua pengurus RYL lainnya mendapat kesempatan untuk memberikan presentasi yang sangat menarik tentang ide awal pendirian, visi dan misi RYL.

Ide awalnya dimulai Christina dengan pertanyaan sederhana tetapi sangat penting dalam kehidupan seorang anak yaitu: “Siapa yang membantu saya , menginspirasi dan memotivasi dalam kehidupan?”. Sebagai jawaban atas pertanyaan mendasar ini, setiap individu anak tentunya mempunyai jawaban yang berbeda-beda dan beberapa anak beruntung bisa mempunyai jawaban lebih dari satu.  Setiap kesempatan untuk bertemu dengan orang lain  tentunya akan memberikan makna yang berarti bagi khususnya anak-anak. Pertemuan dengan seseorang dapat pula mengubah jalan hidup kita. Tahukah orang lain  akan potensi diri kita? Percayakah orang lain akan kemampuan kita? RYL membantu membangkitkan semangat dan rasa tanggung jawab murid-murid Hauptschule, untuk menemukan potensi dirinya dan mengembangkan diri dalam menentukan jalan hidupnya nanti.  Selain itu, RYL membuat jejaring dengan perusahaan-perusahaan di Jerman, dimana murid-murid Hauptschule nantinya dapat dengan mudah masuk kedalam dunia kerja nyata. Oleh karena itu motto dari RYL adalah : Kami membangun Jembatan di seluruh Jerman  antara Murid Sekolah, Mahasiswa dan Perusahaan

Pertanyaan lainnya yang memotivasi Christina adalah:  Apa yang dapat diperbuat oleh para mahasiswa untuk ikut andil dalam pendidikan ‘yang adil’?  Murid-murid Hauptshule dan mahasiswa pasti dapat saling memperoleh keuntungan, jika mereka dapat  ‘saling dipertemukan’. Peran apa yang dapat diberikan perusahaan dalam kondisi nyata sistem pendidikan dasar di Jerman? Apa yang mesti dilakukan murid-murid Hauptschule untuk mempersiapkan diri masuk dalam dunia kerja yang diinginkannya? Dari pertanyaan-pertanyaan batin tersebut, timbullah ide tiga anak muda Jerman dari Friedrichshafen tersebut untuk mendirikan Rock Your Life.

Apa kegiatan konkrit dari RYL??  Sangat menarik dan sangat menyentuh….  Mereka mencari mahasiswa dari berbagai universitas di Jerman untuk menjadi volunteer dan bersedia meluangkan waktu untuk menjadi “kakak dan teman“ dari seorang murid Hauptschule.  Hubungan 1 mahasiwa dan 1 murid Hauptschule tertentu tersebut dirancang selama 2 tahun pada 2 tahun terakhir di Hauptschule dan masa transisi memasuki pendidikan kejuruan atau Ausbildung, mereka bertemu 1 kali dalam seminggu. Mahasiswa tersebut membantu murid Hauptshule untuk membuka wawasan, membagi pengalaman, memberikan info, motivasi dan saran2 tetapi bukan sebagai guru privat yang membantu dalam pekerjaan sekolah.  Dalam hubungan 1 – 1 ini diharapkan dapat memotivasi, menaikkan rasa percaya diri murid-murid Hauptschule. Diluar dugaan, yang berminat untuk menjadi volunter sangat banyak sehingga saat ini, sejak didirikan pada tahun 2009, RYL sudah memiliki sekitar 1000 hubungan yang tersebar di 20 kota di Jerman.  Stigma orang Jerman yang  kaku, kurang ramah dan tidak peduli, yang sering kita dengar selama ini setidaknya  tidak terbukti pada generasi muda Jerman saat ini, yang lebih toleran menghadapi perbedaan dan tanggap terhadap kondisi sosial.

RYL mendatangi beberapa hauptschule untuk mencari murid-murid yang berminat ikut program, menginformasikan pada orang tua dan guru-guru dan meminta support mereka dalam hubungan murid dan mahasiswa yang akan dibentuk. Banyak success story yang terjadi tetapi ada pula yang gagal, RYL mempunya mekanisme monitoring setiap hubungan.

Inisiatif yang dilakukan anak-anak muda tersebut menarik perhatian pemerintah dan terpilih pada tahun 2012 sebagai  pemenang utama diantara 365 inisiatif dalam kerangka “Jerman sebagai Negara Ide (Land der Idee)”, sebuah kontes yang dilaksanakan Bundespresident bekerjasama dengan Deutsche Bank. Kontes ini setiap tahunnya menampilkan 365 inisiatif dan proyek-proyek inovatif yang memberikan kontribusi berkelanjutan pada masa depan negara Jerman.

Kepedulian anak-anak muda terhadap masalah sosial negaranya tidak hanya terjadi di Jerman. Di Indonesia saat ini juga banyak bermunculan inisiatif-inisiatif serupa yang dimotori oleh anak-anak muda. Salah satunya adalah “Kelas Inspirasi” di Jakarta, dimana anak-anak muda yang sudah bekerja di berbagai bidang pekerjaan, meluangkan waktunya sebagai volunteer, sekali dalam seminggu  bertemu muka dengan anak-anak yang ‘kurang beruntung’, anak putus sekolah, anak jalanan, anak-anak sekolah gratis dan ‘sebagai kakak’ berbagi pengalamannya, untuk lebih memotivasi dan memberikan semangat anak-anak tersebut  mencapai pendidikan yang lebih baik.  ( Ny. Laksmi Yul Nazaruddin).